Tentang kami

PatunganYuk!

PatunganYuk! adalah platform pertama di Indonesia dimana kamu dan temanmu berpatungan tiap bulan mendukung projek kreatif yang kamu sukai atau memperjuangkan misi sosial yang kamu yakini. Dukungan reguler sangatlah penting untuk membuat para kreator kreatif dan misi sosial melanjutkan kerja dengan kepastian dan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.

PatunganYuk! adalah sebuah inovasi yang lahir dibawah program !deas Lab, yang merupakan pilar kedua Chapter W yang berfokus kepada kreatifitas dan inovasi, dengan tujuan menciptakan impact sosial yang berkelanjutan di Indonesia.

Platform ini turut terinspirasi dari pengalaman tim saat menjalankan program terdahulu Chapter W, yang telah memenangi berbagai penghargaan internasional, Program Ibu Rumah Terang. Pendiri kami melihat bahwa potensi manusia, kreatifitas dan passion perlu dikombinasikan dengan model pembiayaan inovatif untuk menciptakan perubahan yang nyata.

Fairoz Ahmad

Fairoz berperan penting dalam memimpin Chapter W dari grup berbasis universitas menjadi organisasi peraih penghargaan dengan kantor di Singapura, Yogyakarta dan Bali. Selain memimpin Chapter W, Fairoz juga mengajar metode penelitian, sosiologi dan pengembangan masyarakat di Temasek Polytechnic, Singapura. Fairoz sebelumnya bertugas di Departemen Luar Negeri Singapura dan Kementerian Keuangan Singapura, dimana ia memimpin portofolio grup Bank Dunia dan APEC.

Fairoz adalah Alumni Program Kepemimpinan ACE Capstone untuk Non-Profit (Singapura), sebuah program pengembangan kepemimpinan terbaik bagi para pemimpin strategis di sektor nirlaba. Ia juga merupakan Alumni International Visitors Leadership Program (IVLP) untuk Manajemen NGO, program pertukaran profesional ekslusif oleh Departemen Luar Negeri AS. Untuk kontribusinya pada masyarakat, Fairoz dianugerahi penghargaan Alumni Muda Berprestasi dari National University of Singapore di tahun 2017.

Pada tahun 2018, Fairoz lulus dari Universitas Oxford dengan gelar Master of Public Policy (Distinction), di bawah beasiswa Chevening-Oxford.

Gloria Arlini

Gloria saat ini memimpin The Strategy and Futures di Pusat Relawan dan Filantropi Nasional (NVPC), sebuah Badan Pemberian Advokasi National di Singapura. Dengan pengalaman hampir 10 tahun di sektor korporasi, publik dan masyarakat di Singapura dan Indonesia, yang mengkhususkan diri dalam konsultasi penelitian dan strategi.

Gloria sebelumnya bekerja di The Insights and Intelligence Unit di Majalah Press Holdings Singapura, di mana dia bertanggung jawab untuk mengembangkan wawasan konsumen dan strategi bisnis untuk publikasi spesial dan ekslusif di 5 pasar di Asia. Dia juga telah melakukan berbagai projek bersama NGOs internasional seperti Organisasi International Untuk Migrasi (IOM) dan Kitakyushu Forum on Asian Women (KFAW).

Di dalam Chapter W, Gloria berperan penting dalam menetapkan standar untuk tim pendiri dalam hal penyusunan dan penyampaian pelatihan kepada kelompok perempuan di desa binaan Chapter W , di dareah rural Indonesia. Gloria juga merupakan presenter utama Chapter W untuk acara regional dan internasional. Salah satunya ia mewakili tim di KTT Kota-Kota Asia Pasifik 2013, meraih Grand Prize dan Audience Favorite di Young Social Enterprise Award.

Gloria memegang gelar Magister Ilmu Sosial dari National University of Singapore (NUS) dan merupakan alumni dari Program Beasiswa Universitas dari NUS. Dia juga bagian dari The St Gallen Symposium Leaders for Tomorrow and the ASEAN Scholars Community.

Intan Wierma Putri

Community Development adalah sebuah panggilan hati. Bagi Intan, apapun yang akan dilakukan, harus mampu membawa kebaikan yang dapat dirasakan secara langsung bagi masyarakat. Dan dengan PatunganYuk, Intan meyakini bahwa bersama, anak bangsa mampu menciptakan kebaikan yang besar bagi Indonesia.

Tami Rozela

Tami percaya bahwa social impact berjalan beriringan dengan passion dalam hidup. Melalui PatunganYuk, Tami bermimpi untuk menyebarkan dan mengajarkan semangat gotong royong kepada seluruh anak muda, untuk membantu para inovator muda dan pejuang isu sosial yang memperjuangkan apa yang mereka yakini dan apa yang mereka cintai.

Gulam Hazmin

Kehidupan sosial adalah apa yang membuat manusia, manusia. Bagi Gulam, menjadi manusia berarti meningkatkan diri sendiri untuk menjadi lebih baik dalam menjalani kehidupan dan membantu orang lain. Gulam mendapatkan gelar magister dari YKPN School of Business Yogyakarta, dan sejak itu ia memelihara minat dalam pemasaran digital untuk membentuk opini publik.